29.01.2020
Tiga puluh 36 perwakilan serikat pekerja SPN, GARTEKS dan GSBI dilatih untuk menggunakan Perjanjian Kerangka Kerja Global (GFA) untuk menambah jumlah anggota/densitas khususnya di perusahaan-perusahaan pemasok brand penandatangan GFA. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 29 Januari 2020 di Jakarta, di Park Hotel Cawang Jakarta. SPN, GARTEKS dan GSBI berkomitmen untuk melakukan pemetaan perusahaan dan mengorganisir pekerja yang dipekerjakan oleh pemasok merek yang memiliki GFA dengan IndustriALL Global Union.
Dimana penelitian pendahuluan dan umpan balik langsung dari Garteks, SPN, FSPTK, GSBI, dan FSPTSK telah mengidentifikasi 106 pemasok GFA di Indonesia, hanya 46 perusahaan yang ada serikat pekerja/serikat buruh di dalamnya.
Direktur IndustriALL TGSL, Christina Hajagos-Clausen mengatakan, sangat penting untuk memahami bagaimana GFA bekerja karena perjanjian tersebut memuat berbagai ketentuan hak-hak pekerja seperti kebebasan berserikat, perundingan bersama, non-diskriminasi, kesehatan dan keselamatan, dan upah layak.
Mrs. Christina menambahkan, “Pengalaman praktis menunjukkan bahwa GFA berperan penting dalam menyelesaikan konflik industri dan memperkuat suara pekerja contohnya, satu perusahaan pemasok tekstil di Turki terpaksa mengakui serikat buruh karena tekanan GFA.”
“GFA telah berkembang selama bertahun-tahun, fitur-fitur terbaru termasuk membentuk komite pemantauan nasional di 6 negara dan membentuk komite pengembangan hubungan industrial bersama dengan merek.”
Salah satu peserta pelatihan Tabiin SPN dan Sukesih dari Garteks mengatakan mereka menghadapi tantangan besar dalam mengorganisir pekerja, ketika pabrik TGSL mendeteksi upaya pekerja untuk membentuk serikat pekerja, pengusaha segera menurunkan pemimpin serikat pekerja dan menolak untuk menyetujui lembur mereka.
“Tidak mudah untuk mengatasi diskriminasi anti-serikat karena pihak berwenang lambat dalam mengambil tindakan terhadap pengusaha yang melanggar undang-undang perburuhan. Saya pikir GFA akan menjadi instrumen yang berguna untuk bernegosiasi dengan pabrik dan mengatur lebih banyak pekerja.” Ditambahkan Trisnur Priyanto, sekretaris jenderal Garteks.
Sekretaris regional IndustriALL, Annie Adviento, mengatakan lokakarya GFA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pemimpin serikat tentang GFA. Dia berjanji bahwa lebih banyak pelatihan akan diberikan di masa depan untuk memperkuat kapasitas afiliasi Indonesia dalam mengorganisir pekerja TGSL.




